Jumat, 12 April 2024

Budidaya Ikan Lele

 -  Profile Usaha

-  Panduan Budidaya Ikan Lele
    1. ...
    2. ...
    3. ...
    4. ...
    5. ...
    6. ...
    7. ...
    8. ...


-  Kumpulan Artikel Budidaya Ikan Lele

-  Kumpulan Video Budidaya Ikan Lele

-  Kumpulan Channel Budidaya Ikan Lele

Budidaya Ikan Nila

-  Profile Usaha

-  Panduan Budidaya Ikan Nila
    1. ...
    2. ...
    3. ...
    4. ...
    5. ...
    6. ...
    7. ...
    8. ...


-  Kumpulan Artikel Budidaya Ikan Nila

-  Kumpulan Video Budidaya Ikan Nila

-  Kumpulan Channel Budidaya Ikan Nila

-  Supplier :
     Bibit Ikan Sumber Jaya 
     HP. 0896-0667-9077
     Website : https://g.co/kgs/XUw1sLt

Budidaya Udang Lobster

-  Profile Usaha

Selasa, 09 April 2024

Kumpulan Artikel Tentang Lobster

Cara Memelihara Lobster
Cara Merebus Lobster
Cara Makan Lobster
Cara Memasak Lobster Beku
Cara Memasak Lobster Segar
Cara Menangkap Lobster Air Tawar
Cara Memasak Ekor Lobster
Cara Merebus Ekor Lobsterdilihat
Cara Memasak Buntut Lobster Beku

Kumpulan Video Lobster

Begini Cara Mudah Memelihara Udang Hias Aquascape
Pelatihan Budidaya Ikan Air Tawar
Wajib Tahu, Rahasia Sukses Budidaya Lobster Hias Air Tawar
Hidup Sejahtera Berkat Budidaya Lobster Hias
Cara Budidaya Lobster Hias Air Tawar Untuk Pemula Omset Milyaran !!
Cara Sukses Budidaya Lobster Air Tawar Agar Untung Besar
Wajib Siapkan Hal Ini Sebelum Budidaya Lobster Air Tawar
Keuntungan Bisnis Budidaya Lobster Air Tawar yang Bikin Ngiler
Paham Budidaya Lobster Air Tawar, Mulai Dari Awal Hingga Akhir
Panduan Memulai Budiday Lobster Air Tawar Untuk Pemula
Budidaya Lobster Air Tawar
Angkat Ekonomi Keluarga, Dari Budidaya Lobster Hias Dari Rumah
Budidaya Udang Lobster air tawar
Jurus Sukses Budidaya Lobster Air Tawar
Tetap Tegar dengan Lobster || Cerita di Balik Budidaya Lobster Air Tawar
Tips Dasar Budi Daya Lobster Air Tawar Red Claw!
1. Memilih Lobster Air Tawar.


2. Cara Mengawinkan Lobster Air Tawar.


3. Proses Benih Lobster Air Tawar.


4. Persiapan Kolam Lobster Air Tawar.


5. Cara Perawatan Kolam untuk Lobster Air Tawar.



6. Cara Pembesaran Lobster Air Tawar.


7. Cara Memelihara Lobster Air Tawar.


Kemitraan Budidaya Lobster Air Tawar (1)


Ini adalah video lanjutan dari budidaya lobster air tawar, Fos Lobster Farm MojokertoPada video pertama, Ayu Andita membagikan informasi bagaimana cara mudah budidaya lobster air tawar. 

Tidak perlu lahan yang luas dan jenis pakan yang mahal. Dilahan sempitpun, kita bisa memulai budidaya lobster air tawar. Jenis makananan juga banyak tersedia di sekitar kita. 

Nah, pada video ini, Ayu Andita memberikan penawaran kemitraan untuk anda. Kabar baiknya adalah, hasil panen akan ditampung kembali oleh Ayu Andita. Sangat menarik bukan! 
Ayu Andita - Fos Lobster Farm 
Instagram : @foslobster_farm 
Facebook Page : Petani Lobster 
Telpon : 082244478886 - 085800729994 
Mojokerto - Jawa Timur 

Semoga video ini bisa menginspirasi anda semua. Jika memiliki lahan kosong disekitar rumah, setidaknya bisa digunakan untuk hal bermanfaat. Seperti contoh budidaya lobster air tawar dan bisa mendapatkan penghasilan tambahan. 

Yuk simak video selengkapnya...jangan lupa like, koment, subscribe dan share 
-------------------------------------------------------------------------------------------- 
Ayo Inspiratif... dimulai dari lingkungan kita, dimulai dari keluarga kita dan dimulai dari diri kita sendiri.. 
-------------------------------------------------------------------------------------------- 
Untuk permintaan peliputan, hubungi kami di bawah ini: facebook : ayo inspiratif instagram : ayo inspiratif 
-------------------------------------------------------------------------------------------- 
email : ayoinspiratif@gmail.com

Jenis dan Cara Pemberian Pakan Lobster Air Tawar

Supaya pertumbuhan lobster air tawar maksimal, maka pakan yang diberikan ke lobster sebaiknya yang bernutrisi tinggi. Ada tiga jenis nutrisi yang bisa diberikan ke lobster, yaitu:

- Yang pertama, lobster air tawar bisa diberikan pakan alami seperti cacing, jentik nyamuk, kutu air, cacing tanah dan cacing sutera.

- Jenis pakan yang kedua adalah pakan yang diracik oleh pembudidaya. Pakan racikan ini berupa campuran yang terbuat dari tepung udang, tepung ikan, kacang hijau, keong mas, dan sayuran seperti toge dan wortel.

- Jenis pakan yang ketiga adalah pakan lobster yang dijual di toko-toko seperti pelet.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya di atas, pemberian pakan sebaiknya 3 persen dari berat lobster. Pakan sejumlah tersebut kemudian dibagi menjadi dua bagian, yakni untuk makan pada pagi hari dan sore hari. Perbandingan jumlah makan pagi dan sore hari adalah 1:3. Jumlah pakan pada sore hari lebih banyak karena rentang waktu dari sore hingga kembali pagi lebih lama. Keesokan harinya, sisa pakan tersebut sebaiknya dibuang saja, sehingga tidak mengotori kolam.

Cara Memelihara Lobster Air Tawar

Dalam memelihara lobster air tawar, pastika terdapat beberapa pipa paralon sebagai tempat persembunyian lobster. Selain itu, pastikan kolam dan pipa paralon dibersihkan secara teratur. Pemberian suplemen pada air kolam secara teratur juga diperlukan untuk menjaga kesehatan dan mendukung pertumbuhan lobster.

Cara Pembesaran Lobster Air Tawar

Setelah benih lobster menetas dari telur indukan, pisahkan benih menuju bak pembesaran benih yang sudah diberikan suplemen. Benih lobster atau benur yang sudah menetas ini kemudian diberikan pakan pelet lobster, cacing beku, cacing sutra sebanyak 3 persen dari berat lobster. Pemberian pakan sebaiknya dilakukan sebanyak dua kali sehari pada waktu yang sama supaya lobster tidak memiliki jam tubuh yang berantakan.

Cara Perawatan Kolam untuk Lobster Air Tawar

Menjaga kebersihan kolam merupakan salah satu hal penting yang perlu dilakukan dalam membudidayakan lobster air tawar. Kolam lobster dapat dibuat dari kolam terpal maupun semen. Apapun bahan kolam itu, sebaiknya pastikan tidak ada bahan kimia yang mengkontaminasi air kolam.

Setelah itu, cairan suplemen dimasukkan ke dalam air. Biarkan beberapa hari agar organisme alami muncul di dalam kolam. Walau begitu, air pada kolam harus diganti secara teratur dan pipa paralonnya harus dibersihkan juga sebanyak 2 hingga 3 hari sekali. Selain itu, berikan cairan suplemen sebanyak 6ml per meter persegi setiap 10 hari sekali.

Persiapan Kolam Lobster Air Tawar

Kolam lobster yang akan digunakan untuk membesarkan benih lobster dikondisikan agar bersuhu 24 hingga 31 derajat celcius dan tingkat pH 6-8. Kolam yang disiapkan sebaiknya untuk 20 sampai 50 ekor per meter persegi.

Usahakan untuk selalu memonitor suhu air di dalam kolam dengan menggunakan alat termometer. Perubahan suhu air yang terlalu drastis akan membuat lobster menjadi sulit untuk hidup, bahkan bisa mengalami kematian dengan cepat.

Proses Benih Lobster Air Tawar

Ketika indukan betina sudah bertelur, pindahkan dengan hati-hati ke luar dari tempat persembunyiannya. Tempatkan di tempat yang sesuai dengan kehidupan lobster air tawar dan biarkan induk betina melakukan proses pengeraman telur selama 3 sampai 5 minggu.

Telur yang berada di indukan betina pada awalnya berwarna karamel, lalu berubah menjadi kecoklatan. Selama beberapa hari kemudian telur tersebut menjadi berwarna merah keunguan seperti anggur. Kemudian telur tersebut berubah menjadi berwarna hitam dan mulai muncul organ benih-benih lobster yang menempel di indukan betina hingga akhirnya terlepas menjadi para benur.

Cara Mengawinkan Lobster Air Tawar

Untuk mengembangbiakan lobster air tawar, Anda perlu mempersiapkan indukan lobster terlebih dahulu. Paling tidak umur lobster indukan adalah 6 bulan, berukuran minimal 10cm, dan memiliki ukuran lobster jantan dan betina yang ideal. Berat indukan jantan dan betina yang ideal adalah sekitar 62 hingga 64 gram.

Ciri khas indukan yang siap dikawinkan adalah memiliki bercak merah pada capitnya. Adapun proses mengawinkannya adalah sebagai berikut:

- Menyiapkan tempat yang tersembunyi sesuai ukuran indukan jantan dan betina. Idealnya berukuran 20 cm pipa paralon. Namun, jika mengembangbiakan lebih dari sepasang indukan, ukuran tempat sembunyi yang disarankan adalah 3 hingga 5 ekor indukan per meter persegi. Tempat bersembunyi ini nantinya merupakan tempat para indukan untuk melepaskan telur dan sperma atau proses pemijahan.

- Biarkan lobster indukan di tempat pemijahan selama 2 sampai 3 minggu dengan tetap memberikan pakan yang seharusnya.

- Ketika tampak tanda-tanda lobster betina telah bertelur, lobster indukan jantan siap dikembalikan ke kolamnya semula sebelum dipijah, sedangkan lobster betina yang bertelur dipindahkan ke lokasi pembenihan lobster atau tempat pengeraman.

Memilih Lobster Air Tawar

Langkah pertama yang perlu dilakukan adalah memilih jenis lobster yang akan dikembangbiakan. Ada beberapa jenis lobster yang biasa dibudidayakan diantaranya adalah:
  • Red Claw (Cherax quadricarinatus) yang biasa hidup di rawa, danau dan sungai. Red Claw artinya capit merah, karena capitnya berwarna kemerahan. Jenis ini yang paling sering dibudidayakan di Indonesia.
  • Red Swamp Crayfish (Procambarus clarkii) jenis lobster ini merupakan jenis lobster yang ukurannya relatif kecil dibandingkan lobster air tawar lainnya. Ukurannya mencapai 50 gram dalam 3 hingga 5 bulan.
  • Yabby (Cherax destructor) merupakan sebuah jenis lobster besar yang beratnya bisa mencapai 400 gram per ekornya.
Itulah beberapa jenis lobster air tawar yang bisa dikembangbiakan di negara tropis seperti Indonesia. Ketika memilih jenis, pastikan jenis lobster yang Anda pilih adalah bibit lobster yang unggul. Selain itu, pastikan asal usul bibit lobster yang akan Anda budidaya, apakah bibit itu berasal dari alam atau hasil budidaya.

Lobster air tawar hasil tangkapan dari alam biasanya berwarna lebih kotor pada bagian bawah tubuhnya. Bibit lobster yang disarankan untuk dibudidaya adalah bibit lobster yang berasal dari hasil budidaya karena akan lebih mudah beradaptasi dengan lingkungan budidaya daripada lobster air tawar hasil tangkapan dari alam, dan meminimalisir kematian lobster air tawar.

7 Panduan Budidaya Lobster Air Tawar, dari Memilih Wadah hingga Panen

Budidaya lobster saat ini menjadi salah satu peluang bisnis yang menghasilkan untung. Sebagai salah satu komoditas perikanan yang menjanjikan, lobster air tawar bisa dibudidayakan dalam skala kecil. 

Seperti diketahui, lobster memiliki harga per kilogramnya mencapai Rp 200.000 - Rp300.000. Namun budidayanya bisa memanfaatkan lahan yang ada di sekitar tempat tinggal. 

Guna memanfaatkan peluang tersebut, Badan Riset dan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BRSDM KP) melalui Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan (BPPP) Medan, memberikan pelatihan kepada masyarakat tentang bagaimana melakukan pembenihan lobster air tawar. 

Adapun panduan budidaya lobster sebagai berikut: 

1. Wadah/media pembenihan 

Dalam pembenihan lobster air tawar, Anda perlu menyediakan beberapa wadah untuk pembenihan lobster air tawar, yaitu akuarium, bak plastik atau fiberglass, dan kolam semen, di mana keseluruhannya membutuhkan peralatan pendukung. Baca juga: Mau Beli Rumah Bebas Pajak? Simak Ketentuan Berikut Manurut Kepala Puslatluh KP Lilly Aprilya Pregiwati, penggunaan akuarium sebagai wadah pembenihan lobster air tawar dapat disesuaikan dengan luas ruangan yang ada. Akuarium untuk Lobster air tawar dapat dibuat dengan panjang 1 meter, lebar 0,5 meter, dan tinggi 0,4 meter. “Ketinggian maksimal air dalam akuarium 30 cm. Akuarium sebesar itu cukup untuk memelihara satu paket induk (5 betina dan 3 jantan) atau 100 ekor bernih ukuran 1 inci,” kata Lilly melalui siaran pers, Minggu (8/8/2021). 

2. Sumber/kualitas air 

Lilly mengatakan, untuk penggunaan bak plastik atau fiberglass, pada perinsipnya sama dengan penggunaan akuarium. Bahan fiberglass lebih tahan dari pada kaca akuarium yang mudah pecah. Namun, harganya lebih mahal ketimbang kaca akuarium. 

Sementara itu untuk kolam semen, membutuhkan biaya yang sangat besar. Karena itu, dalam budidaya Lobster air tawar skala rumah tangga, kolam semen hanya digunakan untuk tempat memijahkan induk untuk pembesaran. 

Ukuran kolam semen untuk pemijahan bisa dibuat 40 x 40 x 40 cm dengan ketinggian air sekitar 30 cm. Sementara itu, untuk kolam pembesaran bisa dibuat ukuran 2 x 1 x 1 m atau 1 x 1 x 1 m. Ketinggian air dalam kolam 30 – 40 cm. Lilly bilang, ukuran ini bisa digunakan untuk membesarkan benih ukuran 1 inci sebanyak 50 – 100 ekor. 

“Dalam pembenihan lobster air tawar baik di akuarium, bak plastik maupun kolam semen, dibutuhkan peralatan pendukung untuk menunjang keberhasilan pembenihan, diantaranya lubang persembunyian (pipa paralon, potongan bambu, genteng, ijuk, atau tali rapia) dan aerator sebagai pemasok oksigen dan menjaga kualitas air,” ujar Lilly. 

Dia menambahkan, sumber air yang bisa digunakan untuk memelihara lobster air tawar adalah air tanah, air PAM dan air sungai. Untuk penggunaan air tanah, sebaiknya diendapkan terlebih dahulu selama 24 jam agar kadar oksigen yang terlarut di dalamnya meningkat. 

Air tanah juga memiliki tingkat derajat keasaman (pH) yang cenderung asam. Sementara itu air PAM memiliki derajat keasaman yang relatif stabil. Namun air PAM mengandung zat klorin dan kaporit yang sangat tinggi sehingga sangat berbahaya bagi kelangsungan hidup lobsters air tawar. 

“Untuk itu, sebelum digunakan air PAM harus didiamkan dahulu selama 24 jam agar kaporit dan klorinnya menguap. Sedangkan air sungai memiliki pH yang stabil serta kandungan oksigen yang berlimpah,” jelas Lilly. 

Lilly mengingatkan, bila menggunakan air sungai, maka lokasi budidaya harus berada dekat dengan bantaran sungai. Namun kualitas air sungai juga harus diperhatikan, jangan sampai air tersebut mengandung limbah, baik limbah rumah tangga maupun limbah industri. 

3. Pengendalian hama dan penyakit 

Untuk pengendalian hama dan penyakit, dalam proses pembenihan lobster air tawar, hama yang sering menganggu adalah kucing dan tikus. Karena itu, pastikan agar media pembenihan terbebas dari jangakauan kedua hewan tersebut. 

“Sementara untuk penyakit yang selama ini menyerang lobster air tawar adalah jamur saprolegnia dan achyla, cacing jangkar, parasit argulus foliceus,” ujar dia. 

4. Memilih dan merawat calon induk 

Induk memegang peran penting dalam proses pembenihan, karena hasil anakan dipengaruhi oleh kualitas induk yang dipakai. Dalam pembenihan Lobster air tawar, umumnya pembudidaya memiliki lima paket induk yang terdiri dari 25 betina dan 15 jantan. 

Lilly bilang, calon induk yang berkualitas adalah yang pertumbuhaanya paling cepat, yang punya nafsu makan besar, gerakannya lincah, berwarna cerah dan disarankan untuk tidak memilih lobster air tawar yang berkepala besar dan tubuh kecil, karena itu menandakan kekurangan makanan. 

5. Pemijahan induk lobster

Calon Induk yang dipijahkan telah berusia 10 – 12 bulan atau saat panjang tubuhnya mencapai 15 – 17 cm. Induk jantan dan betina yang akan dipijahkan disatukan dalam akuarium berukuran 40 x 40 x 30 cm dengan ketinggian air 20 cm. 

Jumlah induk yang ditebar dalam wadah pemijahan tersebut adalah induk jantan 3 ekor dan induk betina 5 ekor. Lilly menjelaskan, dalam wadah pemijahan tersebut diberikan tempat persembunyian berupa pipa paralon. Jumlah dan ukuran tempat berlindung harus disesuaikan dengan jumlah dan ukuran induk. 

“Proses pemijahan ditandai dengan terlihatnya telur di bagian abdomennya, selanjutnya induk betina di inkubasi ke wadah perawatan telur,” tambah Lilly.

6. Proses penetasan telur 

Untuk wadah penetasan telur yang digunakan adalah akuarium, bak plastik, atau kolam semen dengan ukuran 1 x 1 x 1 m dengan ketinggian air 0,5 m. Wadah sebesar ini, menurut Lilly bisa menampung 400 benih atau 2 ekor induk betina. 

Di dalam akuarium penetasan telur ini dapat diberi pipa paralon untuk persembunyian atau untuk tempat benih yang akan menetas. Selama proses pengeraman dan penetasan, suhu dan wadah harus tetap di jaga agar selalu stabil, karena telur sangat sensitif terhadap perubahan suhu. 

Pada minggu pertama, telur berbentuk bulat dan masih berwarna kuning. Selanjutnya, telur akan berubah warna menjadi coklat kehitaman dan mulai tampak bagian-bagian tubuh seperti mata dan kaki. Setelah satu bulan, semua bagian tubuh sudah terbentuk sempurna menetas. 

“Pada bagian itu, sebagian anakan yang baru menetas masih menempel pada induk untuk mendapatkan nutrisi dari induknya. Selanjutnya, anakan-anakan tersebut akan terlepas dari induknya secara bertahap,” ungkap dia. 

Dalam waktu 2 – 3 hari, seluruh benih akan terlepas dari tubuh induknya. Bila dalam waktu tersebut masih ada benih yang menempel, sebaiknya dilepaskan dengan cara mengoyang-goyanngkan tubuh induk di dalam air secara perlahan. Baca juga: Ada Promo, Tambah Daya Listrik Cuma Bayar Rp 202.100 pada Agustus 2021 

7. Pemeliharaan benih 

Benih yang baru menetas dipelihara dalam kolam penetasan selama 10 hari. Selanjutnya benih dipindahkan ke kolam pendederan untuk dipelihara selama 2 bulan. Usahakan juga agar benih tidak terkena langsung panas matahari, karena benih masih sangat sensitif terhadap perubahan suhu. 

Setelah berumur 8 – 15 hari benih sudah mulai berbentuk seperti lobster dewasa yang memiliki cangkang kepala dan cangkang tubuh. Benih dapat diberi pakan tambahan setelah 1 minggu, berupa cacing sutra, tepung kacang, daging udang, atau pelet udang yang dihaluskan. Benih lobster bisa dipanen dengan usia 70 hari dengan Panjang 5 cm. 

“Setelah benih lepas dari induknya, selanjutnya induk betina dipisahkan dari benih lobster ke wadah pemeliharaan induk, dan diberi pakan yang mengandung protein tinggi, sampai induk tersebut molting dan dapat dipijahkan kembali,” ungkap dia.

8 Cara Budidaya Lobster Air Tawar untuk Pemula

Setelah mengenal lobster air tawar, sekarang kita ulas 8 cara budidaya lobster air tawar yang bisa diterapkan oleh pemula, seperti dikutip dari laman Kementerian Kelautan dan Perikanan:

1. Menyiapkan Media Pembenihan

Hal paling pertama adalah menyiapkan wadah pembenihan. Ada beberapa pilihan, yaitu menggunakan akuarium, bak plastik atau fiberglass, dan kolam semen.

Kemudian dibutuhkan lubang persembunyian dari pipa paralon, potongan bambu, genteng, ijuk, atau tali rafia.

Terakhir adalah aerator untuk memastikan ketersediaan oksigen dan menjaga kualitas air.

Adapun ukuran akuarium untuk lobster air tawar bisa dibuat berukuran 100 cm x 50 cm x 40 cm. Ketinggian maksimal air adalah ¾ dari tinggi akuarium, yakni 30 cm.

Ukuran ini bisa untuk memelihara sepaket induk terdiri dari 5 betina dan 3 jantan, atau 100 benih ukuran 1 inci.

Tempat dari bak plastik atau fiberglass sama dengan akuarium tetapi fiberglass harganya lebih mahal. Terlebih jika menggunakan kolam semen yang biayanya sangat besar.

Pada bisnis skala rumah tangga, kolam semen hanya digunakan sebagai tempat memijahkan induk untuk pembesaran.

Ukuran kolam semen pemijahan ini bisa dibuat berukuran 40 x 40 x 40 cm dengan ketinggian air sekitar 30 cm.

Sedangkan kolam pembesaran bisa dibuat berukuran 2 x 1 x 1 m atau 1 x 1 x 1 m. Ketinggian airnya 30 sampai 40 cm.

Ukuran ini bisa untuk membesarkan benih ukuran 1 inci sebanyak 50-100 ekor.

2. Memastikan Sumber Air

Sumber air yang bisa dimanfaatkan adalah PAM, air tanah, dan air sungai. Air PAM dan air tanah harus diendapkan selama 24 jam terlebih dahulu.

Hal ini karena air PAM mengandung klorin dan kaporit yang mengancam kehidupan lobster air tawar. Sedangkan air tanah diendapkan agar kadar oksigen meningkat. Proses ini bisa dipercepat dengan aerator.

Jika menggunakan air sungai, kualitasnya harus baik, dalam artian tidak mengandung limbah. Lokasi budidaya juga harus dekat dengan bantaran sungai.

3. Pengendalian Hama Penyakit

Hama yang harus diwaspadai adalah kucing dan tikus. Sedangkan penyakit yang sering menyerang lobster air tawar adalah jamur Saprolegnia dan Achyla, cacing jangkar, parasit Argulus foliaceus.

4. Memilih dan Merawat Calon Induk

Pemilihan calon induk adalah proses penting karena induk yang baik akan menghasilkan benih yang baik pula.

Biasanya dalam pembenihan, digunakan 5 paket induk yang terdiri dari 25 betina dan 15 jantan.

Pilihlah calon induk yang pertumbuhannya paling cepat, nafsu makannya besar, gerakannya lincah, berwarna cerah dan tidak memilih lobster air tawar berkepala besar tapi tubuh kecil.

5. Pemijahan Induk Lobster

Calon Induk yang dipijahkan telah berusia 10-12 bulan atau ketika panjang tubuhnya mencapai 15-17 cm.

Induk jantan dan betina yang akan dipijahkan diletakkan dalam akuarium berukuran 40 x 40 x 30 cm dengan ketinggian air 20 cm.

Jumlah induk yang diletakkan dalam wadah tersebut adalah 3 induk jantan dan 5 induk betina. Siapkan tempat persembunyian berjumlah dan ukuran yang sesuai dengan jumlah dan ukuran induk.

Pemijahan ditandai dengan telur yang terlihat di bagian abdomennya, kemudian induk betina diinkubasi ke wadah perawatan telur.

6. Penetasan Telur

Proses penetasan telur bisa menggunakan akuarium, bak plastik, atau kolam semen berukuran 1 x 1 x 1 m dengan ketinggian air 0,5 m. Wadah ini cukup menampung 400 benih atau 2 ekor induk betina.

Selama proses pengeraman dan penetasan, suhu dan wadah harus selalu stabil, karena telur sangat sensitif terhadap perubahan suhu.

7. Pemeliharaan Benih

Benih yang baru menetas dipelihara ke dalam kolam penetasan selama 10 hari. Kemudian benih dipindahkan ke kolam pendederan untuk dipelihara selama 2 bulan.

Letakkan kolam ini di tempat yang tidak terkena panas matahari langsung, karena benih masih sangat sensitif.

Benih yang berumur 8-15 hari sudah mulai berbentuk seperti lobster dewasa yang memiliki cangkang kepala dan cangkang tubuh.

Setelah 1 minggu, benih dapat diberi pakan tambahan berupa cacing sutra, daging udang, tepung kacang, atau pelet udang yang dihaluskan.

Setelah benih lepas dari induknya, pisahkan induk betina dari benih ke wadah pemeliharaan induk, lalu beri pakan yang mengandung protein tinggi hingga induk tersebut molting dan dapat dipijahkan kembali.

8. Panen Benih

Terakhir adalah memanen benih. Benih yang sudah berusia 70 hari dengan panjang 5 cm bisa dipanen dan dijual.

Demikian tadi kita telah mengenal lobster air tawar dan 8 cara budidaya yang bisa dilakukan untuk pemula. Selamat mencoba!


Mengenal Lobster Air Tawar

Budidaya lobster air tawar merupakan salah satu bisnis rumahan yang masih menjanjikan dan berpotensi menghasilkan cuan. Cara beternak lobster air tawar ini sebenarnya mudah, tapi memang harus dipelajari dengan serius.

Dalam artikel ini kita akan mengenal apa itu lobster air tawar, seperti habitat, karakteristik, dan kebiasaannya.

Mengenal Lobster Air Tawar

Lobster air tawar termasuk dalam kelompok Crustacea. Namun udang ini hidup di air tawar. Ada tiga famili, yaitu Astacidae, Cambaridae, dan Parastacidae.

Berikut ini penjelasan tentang lobster air tawar yang dilansir dari buku Lobster Air Tawar: Komoditas Perikanan Prospektif oleh Yade Sukmajaya dan I Suharjo:

Habitat

Habitat asli lobster air tawar ini adalah di danau, rawa, atau di sungai yang berada di pegunungan.

Lobster air tawar juga bersifat endemik, sehingga terdapat spesifikasi khusus yang ditemukan di daerah tertentu.

Lobster air tawar jenis Astacidae dan Cambaridae banyak ditemukan di belahan dunia utara.

Sedangkan Parastacidae menyebar di belahan bumi selatan, seperti Australia, Selandia Baru, dan Papua Nugini. Di Indonesia, jenis ini ditemukan di Indonesia bagian timur,

Karakteristik

Berikut ini sejumlah karakteristik atau ciri-ciri khusus dari lobster air tawar:

Proses siklus hidup lobster air tawar seluruhnya terjadi di air tawar.
Lobster air tawar memiliki sistem pengeraman telur sejak dari pengembangan sampai menetas.
Pengasuhan benih dilakukan sejak benih masih mempunyai kuning telur sampai berbentuk juvenil berukuran dan umur tertentu.

Tingkah Laku

Tingkah laku lobster air tawar bisa dilihat dari cara makan dan cara berkembang biak.

1. Kebiasaan Makan

Lobster air tawar termasuk hewan nocturnal, yaitu mencari makan pada malam hari. Pakan lobster air tawar berupa biji-bijian, ubi-ubian, dan bangkai hewan.

Mereka memakan pakan diawali dengan antena panjang yang mendeteksi adanya makanan.

Kemudian makanan ditangkap dengan capit dan memindahkannya ke kaki jalan pertama sebagai tangan pemegang. Makanan itu lalu digigit sedikit demi sedikit.

2. Perkembangbiakan

Terkait perkembangbiakan, lobster air tawar memiliki kebiasaan dalam kawin. Berikut ini proses yang terjadi:

Lobster mencari pasangan
Keduanya saling bercumbu
Mulai melakukan perkawinan
Induk betina mengerami telur
Induk betina mengasuh benih sampai waktu tertentu